Di saat ini,
aku sendiri lagi..
bersama deru semalam
Utusan demi utusan
yang mendampar di pinggir hati
menyampaikan seribu rahsia tersembunyi
tatkala kesiangan menggamit
seribu memori luka
Hati…. tanpa bicara
meronta penuh makna
meluapkan lagi rasa curiga dan kecewa
disaat kesepian mencengkap jiwa
terasa rapuhnya dahan berteduh
Di sini… Aku masih lagi terpaku
merenung nasib diri di celah
duri yang berbisa…
© 2009 Hak Cipta Terpelihara Viere INc .
p/s:
Aku mengerti
sedarku dari lamunan
Hanya Aku dan Mimpi..
